TEHERAN — Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, berpotensi menjadi pemicu gelombang ketidakstabilan ekonomi global. Pasar energi dunia kini berada dalam fase waspada tinggi, terutama terkait keamanan jalur strategis Selat Hormuz.
Jika ketegangan politik dan militer meningkat, dunia bisa menghadapi lonjakan harga minyak yang agresif dalam waktu singkat.
Selat Hormuz: Titik Rawan Energi Dunia
Sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dunia melintasi Selat Hormuz setiap hari. Jalur ini adalah “keran utama” distribusi energi global. Gangguan kecil saja dapat mendorong harga minyak melonjak tajam.
Dalam situasi ekstrem seperti konflik terbuka atau blokade jalur pelayaran:
Harga minyak bisa melonjak dua digit dalam hitungan hari
Premi asuransi kapal tanker meningkat drastis. Biaya logistik global membengkak
Pasar komoditas biasanya merespons cepat terhadap risiko geopolitik, bahkan sebelum gangguan fisik benar-benar terjadi.
Risiko Nyata bagi Indonesia
Indonesia bukan negara yang kebal terhadap gejolak ini. Sebagai pengimpor minyak bersih, Indonesia berpotensi menghadapi:
Tekanan berat pada APBN akibat subsidi energi, Kenaikan harga BBM domestik
Inflasi yang mendorong naik harga bahan pokok, Pelemahan rupiah akibat arus modal keluar Jika harga minyak global menembus level psikologis tertentu, pemerintah bisa dipaksa mengambil keputusan sulit antara menjaga subsidi atau menyesuaikan harga.
Pasar Keuangan Bisa Bergejolak
Ketidakpastian di Timur Tengah cenderung memicu fenomena risk-off di pasar global:
Investor beralih ke dolar AS dan emas
Bursa saham negara berkembang terkoreksi.
Tekanan terhadap nilai tukar meningkat
Dalam kondisi terburuk, kombinasi lonjakan harga energi dan arus modal keluar bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Skenario Terburuk : Krisis Energi Global
Jika transisi kepemimpinan Iran tidak stabil atau memicu eskalasi militer regional, dampaknya bisa meluas menjadi:
Krisis pasokan energi, Lonjakan inflasi global, Perlambatan ekonomi dunia
Sejarah menunjukkan bahwa konflik di kawasan Teluk selalu berbanding lurus dengan volatilitas harga minyak.
Kesimpulan: Dunia Menghadapi Ujian Stabilitas
Kematian Ali Khamenei bukan sekadar peristiwa politik domestik Iran. Ini adalah momen sensitif yang bisa menentukan arah stabilitas energi dunia.
Semua mata kini tertuju pada bagaimana proses transisi kekuasaan di Iran berlangsung dan apakah stabilitas di Selat Hormuz tetap terjaga.(Id)

