Waspada Ular Cabe, Kecil Tapi Mematikan

BENGKULU– Ular cabe atau ular cabai dikenal sebagai ular kecil dengan warna mencolok, namun memiliki bisa yang berbahaya bagi manusia. Selain menyebabkan nyeri, gigitan ular cabe juga dapat menimbulkan lepuh (blister) pada area kulit yang terkena.

Ular cabe memiliki nama ilmiah Calliophis intestinalis dan termasuk keluarga Elapidae. Mengacu pada literatur herpetologi dan Wikipedia, bisa ular cabe bersifat neurotoksik dan pada beberapa kasus juga menimbulkan reaksi lokal pada jaringan kulit.

Gigitan Bisa Menyebabkan Lepuh
Menurut sejumlah laporan medis dan artikel fauna, reaksi lokal akibat gigitan ular berbisa, termasuk ular cabe, dapat berupa:
Nyeri hebat di area gigitan.

Kemerahan dan pembengkakan
Munculnya lepuh atau gelembung berisi cairan mati rasa di sekitar luka
Lepuh terjadi akibat reaksi racun terhadap jaringan kulit dan pembuluh darah kecil di sekitar lokasi gigitan.

Meski tidak selalu muncul pada setiap kasus, kondisi ini bukan hal yang mustahil, terutama jika penanganan terlambat.

Efek Sistemik Lebih Berbahaya
Selain reaksi pada kulit, bisa ular dari keluarga Elapidae dapat menyerang sistem saraf, menyebabkan: Lemah otot, Kesulitan bernapas, Kelumpuhan sementara
Risiko fatal jika tidak ditangani cepat.

Langkah Pertolongan
Apabila seseorang digigit ular cabe, masyarakat diimbau: Tetap tenang dan tidak panik, Jangan memecahkan lepuh atau menyayat luka. Hindari pengobatan tradisional segera bawa korban ke fasilitas kesehatan.

Keberadaan ular cabe di alam penting untuk keseimbangan ekosistem. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar dampak berbahaya akibat gigitannya dapat dihindari. (Id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *