KOTA BENGKULU— Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat ribuan warga memadati kawasan Jalan S. Parman, Kelurahan Padang Jati, pada Sabtu malam (27/12/2025), dalam peresmian Belungguk Point yang kini menjadi ikon baru Kota Bengkulu.
Berdasarkan pantauan Matabengkulu di lapangan, kepadatan massa terjadi sejak Simpang GOR hingga Simpang Masjid Jamik. Bahkan, sepanjang Jalan S. Parman sampai Simpang Lima diberlakukan free car night, sehingga kawasan tersebut dipenuhi pejalan kaki yang antusias mengikuti rangkaian acara peresmian. Menariknya, kegiatan berlangsung dalam suasana malam yang cerah meskipun Bengkulu tengah berada di musim hujan.
Peresmian Belungguk Point dilakukan langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Sejak sore hari, masyarakat terus berdatangan hingga acara puncak berlangsung meriah. Di hadiri sejumlah pejabat Di antaranya hadir wakil gubernur Bengkulu Ir H. Mian.
Belungguk Point dirancang sebagai ruang publik modern yang mengedepankan nilai budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat interaksi warga, destinasi wisata kota, serta wadah pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif lokal.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan bahwa pembangunan Belungguk Point tidak hanya berfokus pada fungsi ruang terbuka, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya daerah. Hal tersebut tercermin dari desain kawasan yang mengusung motif kain basurek dan ikon dol.
Dol sendiri merupakan alat musik tradisional khas Bengkulu, berbentuk gendang besar yang dimainkan secara berkelompok dan lekat dengan tradisi Tabot. Irama dol menjadi simbol semangat, kebersamaan, serta identitas budaya masyarakat Bengkulu, sehingga dipilih sebagai ikon utama kawasan Belungguk Point.

“Belungguk Point menjadi simbol identitas Bengkulu. Unsur budaya lokal sengaja dihadirkan agar masyarakat dan pengunjung mengenal kekayaan daerah yang tidak dimiliki wilayah lain,” ujar Dedy.
Selain nuansa budaya, kawasan ini juga dipercantik dengan pencahayaan artistik yang menjadikan suasana malam lebih hidup dan nyaman. Lampu hias yang terpasang di sepanjang kawasan hingga badan jalan menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dari sisi ekonomi, Belungguk Point disiapkan sebagai ruang aktivitas bagi pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner dan produk lokal, yang direncanakan beroperasi secara rutin pada malam hari. Kehadiran kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi warga sekitar.
Acara peresmian semakin semarak dengan penampilan seni budaya Bengkulu. Ratusan pemain dol tampil beriringan di sepanjang ruas jalan, menghadirkan pertunjukan kolosal yang memukau dan memperkuat identitas budaya daerah di hadapan ribuan masyarakat yang hadir. (Py)

